Supriansa Calon Kuat Ketua DPD I Golkar SulSel, Gantikan Nurdin Halid

1394
0
Supriansa (tengah).

Updatekareba.Com, Jakarta – Musyawarah Daerah (Musda) X Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) akan dibuka oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (6/8/2020) malam.

Empat nama mulai dari Wali Kota Parepare Taufan Pawe hingga anggota Komisi III DPR RI Supriansyah menjadi kandidat ketua yang sudah dikantongi Steering Committee (SC).

Musda X Golkar Sulsel diagendakan dari 6 hingga 8 Agustus.

Sementara itu Ketua DPD II Tana Toraja yang juga Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara, menyampaikan menaruh harapan besar terhadap Supriansa untuk melakukan perubahan pada tubuh Golkar di Sulawesi Selatan.

“Kita mau sekali ada perubahan. Untuk ada perubahan, ketua harus baru. Dan yang menentukan calon bupati di daerah adalah orang yang baru. Saya berharap Pak Supriansa bertindak sebagai pengurus partai bukan pengusaha partai” kata Victor Datuan Batara.

Supriansa merupakan Mantan Wabup Soppeng, dan pada Pileg 2019 terpilih sebagai Anggota DPR RI.

Anggota DPR RI fraksi Golkar, Supriansa, memaparkan alasannya untuk maju memperebutkan kursi 01 Golkar Sulsel. Alasan utama kata dia adalah ingingin menyatutan faksi-faksi yang ada di Golkar Sulsel.

“Dari awal ini saya tidak pernah berpikir untuk maju jadi ketua Golkar Sulsel, seiring berjalannya waktu kita menyaksikan bersama bahwa di Golkar ini ada faksi-faksi, itu yang mendorong saya untuk menjadi jalan tengah diantara beberapa faksi itu karena cenderung saya tidak memiliki konflik di Golkar selain saya orang baru ya dan saya berasa bisa diterima oleh semua lini, dasar itulah sehingga timbul niat saya untuk maju di Golkar Sulsel dan datang sebagai perekat,” beber Supriansa.

Bahkan, sebelum membulatkan tekat untik maji di Musda Golkar Sulsel, ia mengaku berdoa dan meminta petunjuk pada yang kuasa.

“Saya berdoa dan doa saya setelah saya terima ini (surat dari DPP), kalau memang menjadi ketua itu bermanfaat untuk orang banyak selain pada diri saya maka muluskan dan lapangkan, tetapi saya menjadi ketua dan hanya berguna untuk diri saya saja dan tidak berguna untuk orang banyak maka tutuplah jalannya ya allah,” katanya.

“Saya tidak mau menjadi ketua hanya untik memikirkan diriku dan keluargaku, saya mau bermanfaat untik orang banyak,” lanjutnya.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan dengan majunya di Musda Golkar Sulsel bukan untuk mencari jabatan, tapi hanya ingin mencari posisi yang bermanfaat bagi banyak orang.

“Saya ini tidak mencari jabatan, kalau jabatan saya cari saya tidak mundur jadi wakil bupati di soppeng, tetapi saya mencari posisi yang bermanfaat bagi orang banyak, itulah saya mendaftar jadi anggota DPR,” katanya.

Di Sulsel, Supriansa satu-satunya kandidat yang mendapat sikap diskresi dari DPP Golkar. DPP merekomendasikan agar Supriansa ditetapkan sebagai calon di Musda X Golkar Sulsel. Menerima surat sakti dari DPP ini, membuat Supriansa kian percaya diri.

“Sebagai orang baru, saya tidak bisa mendaftar seandainya tidak ada surat persetujuan yang biasa orang sebut surat diskresi dari DPP yang ditandatangani oleh pak Airlangga dengan pak Sekjen itulah yang saya serahkan tadi itu,” bebernya.

Diketahui, sebelumnya ada 9 nama yang mengambil formulir pendaftaran calon ketua Golkar Sulsel di Makassar pada Minggu 27 Juli lalu. Namun kini kandidat ketua Golkar Sulsel mengerucut ke 4 orang tersebut.

Musda Golkar Sulsel yang sedianya dilakukan di Kota Makassar akhirnya pindah ke Jakarta karena tidak mendapatkan izin dari Polda Sulsel dengan pertimbangan pandemi virus Corona (COVID-19). Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid sebelumnya mengirim usulan ke DPP Golkar agar Musda diselenggarakan di Jakarta.

“Saran dari teman-teman kepolisian, dalam hal ini Polda Sulsel ke kami, bahwa karena Makassar masih zona merah (COVID-19), maka Polda menyarankan untuk menunda (Musda X Golkar Sulsel),” ujar Nurdin Halid kepada fikutip dari detikcom, Jumat (24/7) lalu.

“Karena surat DPP men-deadline tanggal 31 Juli (sudah harus Musda), jadi pilihan kita adalah pindahkan Musda ke Jakarta. Sekarang keputusan ada di DPP, kalau DPP menyetujui pindah kami ke Jakarta, tapi kalau DPP menyatakan ditunda saja ya kita tunda,” katanya lagi saat itu.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here