Terang Paskah di Tengah Pandemi Covid-19, KNPI Toraja Utara Bagi Telur Paskah Dan Masker Di Posko Perbatasan

474
0
KNPI Toraja Utara bagikan telur paskah di posko Covid-19, Minggu (12/4/2020).

Updatekareba.Com, Toraja – Paskah tentu punya tempat tersendiri dalam tradisi gereja. Ada beragam momen yang mengisinya. Bahkan di beberapa tempat yang kental warna kekristenannya, Paskah bisa menjadi festival milik masyarakat.

Di Indonesia, misalnya ada sejumlah ziarah yang dilangsungkan oleh jemaat Kristen atau festival besar seperti Semanta Sana di Flores.

Gereja-gereja Protestan, meski tidak semeriah Gereja Katolik, juga punya momen yang spesial saat Paskah. Beberapa gereja terbiasa melangsungkan perjamuan Kudus saat Jumat Agung atau Minggu Paskah.

Demikian pula ada yang menjalankan ritual pembasuhan kaki di Kamis Putih atau momen doa refleksi di Sabtu Sunyi.

Tak ketinggalan anak-anak sekolah minggu biasanya mencari atau menghias telur paskah di pagi hari Minggu Paskah.

Namun, tampaknya tahun ini semua itu harus berubah. Pembatasan interaksi fisik yang diterapkan di banyak tempat demi mencegah penularan Covid-19, tentu membuat perkumpulan jemaat merayakan Paskah tidak dimungkinkan.

Lantas apakah Paskah jadi kehilangan makna?

KNPI Toraja Utara pun memaknai secara sederhana perayaan paskah ditengah pandemi Covid-19 dengan membagikan telur paskah saat bertugas sebagai relawan penyemprotan disenfektan di pos Covid-19, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (12/4/2020).

Para relawan KNPI yang tergabung dalam Satgas Pemuda siaga Covid-19 KNPI Toraja Utara menyapa para pengendara yang lakukan screening dengan ucapan paskah sambil membagikan telur paskah.

Juga kepada para perawat dan petugas keamanan yang bertugas di posko perbatasan Toraja Utara – Palopo ini.

Ketua KNPI Toraja Utara, Belo Tarran, menyampaikan inilah yang menjadi pergumulan tersendiri di tahun ini. Bertahun-tahun kita merayakan Paskah dengan banyak bertumpu pada momen-momen ibadah dan perayaan yang mempertemukan kita secara fisik. Bisakah kini kita merayakan dan memaknai kematian dan kebangkitan Kristus melampaui hal itu semua?

“Bisa jadi inilah momen paling tepat dan sangat dekat untuk memaknai Paskah. Kita sadar kepanikan, keputusasaan bahkan kematian ternyata begitu dekat dengan kita. Hal-hal itu pun telah merenggut kehidupan dan harapan orang-orang yang kita kasihi. Dalam kesedihan yang mudah membuat kita berputus asa ini, kini kita disapa oleh berita Paskah yang menjadi pusat iman kita: Kristus telah bangkit mengalahkan kematian,” kata Belo Tarran.

Sebagaimana disampaikan dalam surat penggembalan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia tahun ini, inilah waktu yang sangat tepat untuk merefleksikan dan mempersaksikan identitas iman kita sebagai umat kebangkitan. Umat kebangkitan adalah juga umat yang berpengharapan, ini yang memberi kontribusi yang mendorong kehidupan.

Pada akhirnya sebagai bangsa, kita bisa memaknai arti “Habis Gelap Terbitlah Terang” di tengah keprihatinam bangsa ini. Yakinlah dengan kerja sama dan kepatuhan mendengarkan imbauan pemerintah, bangsa ini bisa menang perang melawan belenggu penyakit maupun risiko krisis ekonomi yang ditimbulkan oleh kekalutan karena wabah virus corona.

“Semoga dalam sunyinya Paskah tahun ini, kita bisa menggali lebih jauh dan kemudian menampilkan identitas tersebut. Selamat Paskah bagi kita semua,” tutup Ketua KNPI Toraja Utara ini.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here