Teras Kejari Tana Toraja Bahas Solusi Recovery Aset

371
0
Teras Kejari Tana Toraja, Rabu (7/8/2019).

Updatekareba.Com, Toraja – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja terus menghadirkan program-program solutif bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya melalui program “Teras Kejari Tana Toraja”.

Program ini dihadirkan sebagai wadah bersama untuk berdiskusi mencari solusi dalam memecahkan persoalan kemasyarakatan, khususnya yang menyangkut institusi kejaksaan.

Kali ini, program “Teras Kejari Tana Toraja” menghadirkan Sekda Tana Toraja Samuel Tande Bura bersama Kajari Tana Toraja Jefri P. Makapedua. Diskusi membahas persoalan aset dalam perspektif hukum.

Kepala Kejati Sulsel, Jefri P. Makapedua mengungkapkan, ada begitu banyak permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, sehingga sangat penting mendekatkan institusi kejaksaan dengan masyarakat.

Menurutnya, penegakan hukum yang akan dikeluarkan memperhatikan tiga aspek. Yakni, butuh kepastian hukum, butuh kemanfaatan, dan keadilan.

“Ini harus berbanding lurus dengan kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat,” ucap Jefri P. Makapedua.

Berbicara mengenai aset, Jefri P. Makapedua. menyatakan, harus dilihat betul dulu dari perspektif berbagai hal. Terutama dari sisi hukum perdata, hukum administrasi, dan hukum tata usaha negara.

“Tadi ada aset yang sifatnya formal dan ada materil. Tapi, kami optimistis bahwa jaksa pengacara negara dalam rekapitulasi aset negara itu lebih banyak menuai keberhasilan yang ada di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara,” ungkapnya.

Apalagi, saat ini kejaksaan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka tindak lanjut dari Perpres 54 Tahun 2018.

“Disitu ditekankan tata kelola yang lebih baik, reformasi birokrasi, dan penegakan hukum itu yang paling dibelakang. Dan yang kita kedepankan adalah bagaimana kita mengedepankan pengembalian uang negara dan mendorong pemerintah daerah yang bersih,” jelasnya.

Saat ini Kejari Tana Toraja juga melakukan pendampingan tehadap persoalan aset sepert di BRI, PLN, BPJS Ketenagakerjaan, dan BUMN/BUMD yang ada di Toraja.

Salah satu hasil pendampingan Kejari Tana Toraja di Bank BRI, berhasil menagih kembali kredit macet senilai Rp. 1 Miliar lebih.

Dalam kegiatan ini Kasi Datun Kejari Tana Toraja Margaretha menjelaskan kejaksaan atau jaksa dikenal luas memiliki peranan dalam bidang pidana. Jaksa bertindak sebagai Jaksa Penyelidik, Jaksa Penyidik dan atau Jaksa Penuntut Umum (JPU) mana kala berbicara di Pengadilan.

“Mungkin agak jarang khalayak mendengar adanya tugas dan fungsi jaksa dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Dalam peranan ini, jaksa bertindak sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN). Dalam tugas dan fungsi tersebut, jaksa dalam bidang Perdata bukanlah satu hal yang baru, bahkan telah ada sejak zaman Belanda,” ucap Margaretha.

Kasi Datun Pun memaparkan Dalam mengambil suatu keputusan, akan banyak menemukan permasalahan / kepentingan dan tidak menutup kemungkinan terjadi benturan, perselisihan / sengketa yang dapat menghambat jalannya roda pemerintahan / pembangunan yang berujung pada guggatan.

“Untuk menghadapi permasalahan dalam pelaksanaan pemerintahan. Maka pemerintah membutuhkan peranan pengacara yang mampu memberikan saran, pendapat, pembelaan yang mewakili pemerintah sebagai penggugat atau tergugat khususnya dalam permasalahan / perkara Perdata dan Tata Usaha Negara di dalam maupun di luar negeri,” terang Kasi Datun Kejari Tana Toraja.

Margaretha menambahkan Kejaksaan selaku unsur dari pemerintah turut berperan dalam melakukan tindakan-tindakan, baik dari tingkat antisipatif hingga kepada penegakan hukum.

“Keterlibatan tersebut dapat berbentuk tanggung jawab untuk menyelamatkan kekayaan / aset negara / daerah serta turut menjaga dalam hal menjaga kewibawaan pemerintah negara / daerah dan melindungi kepentingan umum”, tambah Kasi Datun.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Tana Toraja Samuel Tande Bura mengapresiasi gelaran diskusi Teras Kejari Tana Toraja tersebut, karena membuka ruang diskusi untuk membahas tema-tema yang sedang hangat dibicarakan.

“Kita juga bisa membagi informasi serta meng-update progress ke masyarakat luas,” kata Samuel Tande Bura.

Paling tidak, kata Sekda Tana Toraja dengan duduk bersama seperti ini, banyak masalah yang bisa diselesaikan. Apalagi yang menangani masalah aset adalah kejaksaan, yang memang fungsi dan tupoksinya sudah tepat sebagai mediator.

Hadir dalam Teras Kejati Tana Toraja para pejabat Pemkab Tana Toraja dan Pemkab Toraja Utara khususnya yang membidangi persoalan aset.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here