Tim Ekspedisi KLHK Temukan Spesies Tumbuhan Baru di Kepulauan Karimata

150
0
Handover (KLHK).

Updatekareba.Com, Jakarta – Tim ekspedisi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Kalimantan Barat menemukan spesies tumbuhan baru di kawasan Cagar Alam Laut (CAL) Kepulauan Karimata, Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan “Ekspedisi/Jelajah Karimata” yang melibatkan 33  orang ahli dari berbagai disiplin ilmu.

Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta menjelaskan tumbuhan dari keluarga Hanguanaceae yang ditemukan ini merupakan jenis baru dari Pulau Karimata Besar dan terancam punah karena hanya terdapat di Kepulauan Karimata.

“Dari hasil identifikasi tumbuhan yang dilakukan tim Divisi Gunung, tercatat lebih dari 400 jenis tumbuhan mulai dari tumbuhan herba sampai pohon. Namun, salah satu hal yang paling membanggakan dalam ekspedisi kali ini adalah ditemukan dan teridentifikasi satu spesies/jenis baru dari tumbuhan berbunga,” kata Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat dalam keterangan resmi yang diterima Updatekareba.Com pada Selasa (20/7/2021).

Lebih lanjut Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat menjelaskan Hanguana Karimatae merupakan Hanguana pertama yang dideskripsikan sebagai spesies baru dari Kalimantan.

Temuan spesies ini, kata dia, diterbitkan di jurnal ilmiah internasional Blumea pada 2 Juli 2021 oleh Agusti Randi yang merupakan seorang ahli Botani alumnus Universitas Tanjungpura Pontianak asal Kalimantan Barat.

“Hanguana Karimatae memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh spesies Hanguana lainnya. Jenis ini memiliki perawakan besar dengan tinggi mencapai 1,6 meter dengan tangkai perbungaan yang tegak dan kokoh setinggi satu meter,” imbuh dia.

Selain ciri tersebut, lanjut dia, Hanguana Karimatae memiliki buah berbentuk bulat yang tidak simetris dan berwarna kuning pucat dengan ujung yang sangat menonjol.

Bijinya berbentuk seperti mangkok dengan tonjolan kecil di pinggirannya dan tumbuh pada pinggiran sungai berbatu berair jernih.

Menurutnya sepanjang pengamatan terhadap spesies ini di lapangan, hanya dijumpai tiga individu, sehingga status konservasinya diusulkan berdasarkan kriteria dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List adalah termasuk Critically Endangered (CR) atau Kritis.

“Kriteria CR ini merupakan kriteria yang paling tinggi terhadap kepunahan di alam. Untuk itu, pengamanan kawasan terhadap kerusakan habitat dan konservasi ek situ untuk spesies ini sangat diprioritaskan,” tutur dia.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) KLHK Wiratno mengapresiasi Balai KSDA Kalimantan Barat dan Tim Ekspedisi atas penemuan spesies tumbuhan baru tersebut.

Dengan penemuan ini, kemungkinan ditemukan berbagai spesies baru dinilai sangat terbuka, yang dibuktikan dalam ekspedisi ini.

“Oleh karena itu, ke depan masih diperlukan ekspedisi-ekspedisi untuk masuk ke dalam kawasan konservasi, agar diketahui ragam ekosistem, habitat, pola asosiasi tumbuhan tinggi dengan berbagai tumbuhan di bawahnya, termasuk liana, jamur, mikroba, dan sebagainya,” kata Dirjen KSADE.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here