TKD Jokowi-Ma’ruf Amin rekrut 822 saksi untuk amankan suara di Toraja Utara

210
0

Updatekareba.Com, Toraja – Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi- Ma’ruf Amin Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, mengatakan pihaknya akan merekrut 822 saksi yang ditempatkan di 822 tempat pemungutan suara (TPS) di Toraja Utara.

“Akhir pekan dibahas bagaimana metoda untuk melakukan rekrutmen saksi di Toraja Utara yang sejumlah 822 TPS,” kata Dedi Palimbong sapaan Frederik Victor Palimbong, Senin (25/3/2019) siang.

Dedi Palimbong mengatakan, di setiap TPS akan ditempatkan dua saksi yang bertugas mengawasi dan mengamankan suara.

“Kami sudah pastikan bahwa saksi yang akan hadir itu adalah dua yang tugasnya melakukan pengamanan TPS-TPS di Toraja Utara,” bebernya.

Toraja Utara, ucap Dedi, wajib dikawal karena merupakan wilayah lumbung suara terpenting di Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, pengamanan suara harus disiapkan secara matang. Dedi menambahkan, TKD Toraja Utara akan memprioritaskan warga setempat TPS untuk menjadi saksi.

“Para saksi ini tentunya harus memahami dan mengetahui cara mengisi formulir C1. Formulir C1 merupakan bukti otentik untuk memperoleh penghitungan suara riil pasangan calon,” ucapnya.

Selain melakukan pengawalan suara pasangan capres cawapres nomor urut 01, para saksi ini nantinya juga mempunyai tugas untuk mendongkrak partisipasi pemilih pada Pemilu 2019.

“Partisipasinya kita targetkan sekitar 85 sampai 90%. Kalau di Toraja Utara memang selama ini partisipasi pemilih itu sekitar 67 sampai 70%. Untuk pastikan kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, partisipasi pemilih harus tinggi,” bebernya.

Satgas antihoaks Lebih lanjut Ketua DPD II Partai Golkar Toraja Utara ini menambahkan, pihaknya saat ini juga membentuk Satgas Antihoaks seiring semakin gencarnya serangan hoaks dan fitnah yang dialamatkan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menurut dia, Satgas antihoaks bertugas mendeteksi setiap potensi penyebaran hoaks dan fitnah, terutama di media sosial (medsos) sekaligus melaporkan setiap temuan hoaks dan fitnah tersebut.

“Hoaks ini bertentangan dengan hukum, jadi harus diusut secara hukum,” ujar Dedi.

Dedi Palimbong mengungkapkan, semakin mendekati hari pencoblosan Pilpres 2019, hoaks dan fitnah yang dialamatkan kepada Jokowi-Ma’ruf semakin masif. Jika tidak diantisipasi, lanjutnya, dikhawatirkan akan menggerus elektabilitas Jokowi-Ma’ruf.

“Dampaknya pada elektabilitas. Masyarakat awam kalau disuguhkan informasi menyesatkan pasti terpengaruh,” tandasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here