TORAJA UTARA 2020 : INCUMBENT/PETAHANA vs CHALLENGER/PENANTANG

1026
0
Siswanto Pabidang.

Updatekareba.Com – Diskusi yang membingungkan, kenapa? Lagi asyik-asyiknya mencari figur yang mumpuni dan berintegritas masih saja diselingi dengan mengandalkan isi tas (issitas) untuk dipakai membeli suara pemilih di Toraja Utara. Itu diskusi dalam grup WA.

Sebegitu parahkah permainan Money Politic di Toraja Utara?

BLT di zaman Presiden SBY yang artinya Bantuan Langsung Tunai, diplesetkan menjadi BLT dengan kepanjangan Bantuan Langsung Tossok/Bantuan Langsung Tusuk/Nyoblos di Toraja Utara untuk memenangkan kandidat tertentu.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Pilkada Toraja Utara 2020 dimulai September 2019. Menunggu aturan dari KPU Pusat yang akan diterbitkan.

Pada pemilihan legislatif Toraja Utara 2019, dari 30 kursi yang diperebutkan terdapat perolehan kursi partai politik sebagai berikut:
Partai NASDEM memperoleh 6 kursi, Partai GOLKAR 4, Partai PDIP 4, Partai GERINDRA 4, Partai DEMOKRAT 4, Partai HANURA 3, Partai PERINDO 2, dan Partai PKPI 2 kursi.

Partai politik yang bisa mencalonkan pasangan kandidatnya tanpa bergabungnya parpol lain hanya Partai Nasdem, sedangkan lainnya harus berkoalisi sampai terbentuk minimal 6 kursi.

Selain paslon kandidat usungan partai politik, paslon dapat juga lewat jalur perseorangan atau independen.

Bagaimanakah kans Incumbent? Mampukah Penantang merebut posisi 01 di Toraja Utara?
Berikut ini akan dianalisa tentang Incumbent/Petahana dan Challenger/Penantang.

INCUMBENT/PETAHANA

Petahana (Incumbent) dalam politik adalah pemegang suatu jabatan politik yang sedang menjabat. Istilah ini digunakan dalam kaitannya pemilukada di mana sering terjadi persaingan antara kandidat petahana dan non petahana.

Pertanyaannya apakah kekuatan seorang petahana?

Sering kita mendengar opini bahwa Incumbent adalah calon yang paling kuat dan sulit dikalahkan. Dalam teorinya Incumbent bisa memenangkan kompetisi dengan lebih mudah.

Hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain karena Incumbent telah mempunyai popularitas dan penguasaan opini publik. Lebih banyak dikenal orang/masyarakat di daerahnya karena sebagai orang nomor satu di daerahnya tentunya memiliki sumber daya dan jaringan yang luas di masyarakat.

Tetapi faktanya banyak juga Incumbent atau Petahana yang gagal dan dikalahkan oleh Penantang, kenapa?

Ada beberapa hal yang menarik dicermati atas kekalahan Incumbent.

Kekalahan para Incumbent dapat disebabkan antara lain sebagai bentuk protes langsung dari masyarakat terhadap pejabat publik atau politik.

Bisa juga kekalahan tersebut karena ketidakpuasan masyarakat atau dinilai gagal memberikan kesejahteraan rakyat selama kepemimpinannya.

Atau bisa karena tidak memenuhi janji-janji manis kampanye dulu yang memikat pemilih. Jadi ada pengingkaran janji dan membuat masyarakat jenuh dan akhirnya menolaknya.

Dukungan dari partai-partai politik besar tidak menjamin Incumbent mulus menang, bahkan ada petahana yang kalah meski telah didukung partai politik besar dan dengan kekuatan financial yang dimilikinya, tetapi tetap menelan kekalahan.

CHALLENGER/PENANTANG

Karena namanya saja Penantang, maka Penantang harus cermat dan berani mengoreksi setiap pengakuan keberhasilan oleh Incumbent.

Setiap titik lemah Incumbent harus dimanfaatkan sebagai kekuatan seorang Penantang.

Dalam debat atau kampanye tentunya Incumbent akan lebih banyak berbicara bukti dan implementasi program-program selama kepemimpinannya.

Seorang Penantang akan lebih banyak retorika dan mengklarifikasi, tetapi tidak berarti Penantang hanya defensif saja, lebih baik Penantang bersifat ofensif.

Jika Incumbent berbicara data maka Penantang tinggal crosscheck saja kebenarannya, apakah data tersebut valid atau tidak.

Untuk melawan Incumbent dengan segala kelebihannya, maka Penantang harus menunjukkan performanya yang prima, tampil meyakinkan, memberikan kepastian, dan tidak muluk-muluk.

Penantang/Challenger hendaknya mempunyai kepribadian yang hangat, bisa mendekatkan dirinya dengan publik, menjadi pendengar yang baik dan mampu menjawab semua pertanyaan dengan lugas.

Dengan kata lain seorang Penantang/Challenger harus menunjukkan yang terbaik dari yang terbaik.

Incumbent akan menunjukkan pencapaian keberhasilannya selama kepemimpinannya sehingga perlu meneruskan saja, tetapi Challenger akan menunjukkan kegagalan-kegagalan Incumbent selama memerintah sehingga perlu dilakukan perubahan oleh Challenger.

Akhirnya, selamat menyongsong pertarungan di Pemilukada Toraja Utara 2020.(*)

(*) Pemerhati Toraja Utara, Dr. dr. Siswanto Pabidang, SH, MM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here