Vaksin Ketiga, Apa Pentingnya?

278
0
Petugas kesehatan memegang botol berisi vaksin COVID-19 dari Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi di Rumah Sakit Adam Malik, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/11/2021). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Coronavac dari Sinovac dan vaksin dari Bio Farma untuk vaksinasi kepada anak usia 6 -11 tahun. ANTARA FOTO/FRANSISCO CAROLIO/wsj.

UPDATEKAREBA.COM, JAKARTA – Penularan COVID-19 varian Omicron di Indonesia bertambah 140. Dengan penambahan ini total kasus mencapai 1.766 per Rabu (26/01/2022). “Mayoritas kasus masih berasal dari pelaku perjalanan luar negeri,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Rabu (26/01/2022).

Dari 1.766 itu, mereka yang usai melakukan perjalanan luar negeri ada 1.066 orang, dan 449 orang dari transmisi lokal, 251 orang masih dalam penelitian epidemiologi.

Menurut Nadia, mayoritas mereka yang tertular varian Omicron ini pelaku perjalanan dari Arab Saudi, Turki, dan Amerika Serikat.

Nadia mengimbau agar masyarakat tidak bepergian ke luar negeri. Selain itu, dia meminta agar masyarakat segera melakukan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Pertanyaannya, seberapa efektif vaksin ketiga ini menangkal penularan COVID-19? Kepala Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wien Kusharyoto punya jawaban. Kata dia, pemberian vaksin booster dapat menurunkan risiko rawat inap akibat infeksi varian Omicron hingga 89 persen. Ini terbukti di berbagai negara, seperti Inggris, Israel, dan Amerika Serikat.

“Booster sangat diperlukan untuk mencegah agar pelayanan kesehatan di Indonesia tidak terbebani,” kata dia, Rabu (26/1/2022).

Sejumlah studi mengungkap, dua dosis vaksin Pfizer-BioNtech setelah enam bulan dilaporkan mengalami penurunan dari segi perlindungan hingga tersisa dua persen saja. Namun, ketiak seseorang divaksin untuk dosis ketiga, efektivitas vaksin naik kembali mencapai 63 persen.

“Efektivitas booster kemudian mampu memberikan perlindungan sekitar 63 persen,” kata dia.

Tiga hasil penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat yang diterbitkan 21 Januari 2022 juga menyebut tentang efektivitas vaksin ketiga dalam menangkal penularan varian Omicron.

Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19, Wiku Adisasmito menyebutkan, ada tiga alasan utama pentingnya mendapatkan vaksinasi tambahan, yaitu:

Pertama, terdapat kecenderungan menurunnya jumlah antibodi pada tubuh terhitung 6 bulan setelah vaksinasi dilakukan. Terlebih mengetahui banyaknya varian virus corona yang baru, tak terkecuali Omicron.
Kedua, pemberian vaksin tambahan sebagai salah satu bentuk usaha penyesuaian masyarakat untuk hidup di masa pandemi demi menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Ketiga, pemberian vaksin tambahan dilakukan untuk memenuhi hak masing-masing orang untuk bentuk perlindungan diri.

Informasi dari Imperial College London menyebut, pemberian vaksin booster bisa memberikan sekitar 85 persen perlindungan terhadap terjadinya masalah kesehatan yang berbahaya.

Vaksin sangat membantu mengajari tubuh bagaimana cara melawan COVID-19. Memang, vaksin yang ada saat ini tidak dirancang memerangi varian Omicron. Karenanya, vaksin ketiga merupakan salah satu solusi untuk membangun tingkat antibodi yang lebih tinggi melawan virus. Antibodi dapat menempel pada virus untuk menghentikannya memasuki sel dan bereplikasi.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here