Wabup Rinto Dampingi Wagub SulSel Tinjau Longsor Poros Toraja Utara – Palopo

261
0
Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (kiri) bersama Wabup Toraja Utara Yosia Rinto Kadang (kanan) saat meninjau bencana longsor yang memutus jalan trans sulawesi, tepatnya di poros Palopo - Toraja Utara, Sabtu s27 Juni 2020.

Updatekareba.Com, Toraja – Mengenakan rompi BPBD, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman meninjau bencana longsor yang memutus jalan trans sulawesi, tepatnya di poros Palopo – Toraja Utara, Sabtu s27 Juni 2020.

Didampingi Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang dan Anggota DPR RI, Sarce Bandaso Tandiasik, Andi Sudirman yang tiba di lokasi langsung bertemu para korban yang rumahnya terbawa longsor.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengaku pemerintah provinsi sulsel telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat, mengingat jalan yang longsor adalah jalan nasional, dimana masyarakat setempat menyebutnya wilayah Lekkopitu.

“Kami sudah melakukan koordinasj dengan pemerintah pusat,mengingat jalan yang longsor statusnya adalah jalan nasional,sehingga segera ada solusi karena mengakibatkan 100 persen badan jalan terputus, dan tentunya membutuhkan opsi-opsi dengan spesial design,”ungkapnya.

Ia memastikan pemerintah akan selalu hadir ditengah masyarakat dalam setiap musibah yang terjadi.

“Sabarki, mari sama-sama mencari solusi,yang pasti pemerintah akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Wagub Sulsel juga memberikan bantuan kepada masyarakat berupa santunan, sembako, kompor gas, dan tenda.

“Tim dari pusat akan tiba pada hari selasa untuk melakukan survei. Tetapi kita akan sinergi, pusat, pemprov dan pemda, melihat bersama-sama untuk solusi yang efektif,”tutupnya.

Sementara Wabup Toraja Utara Yosia Rinto Kadang, menyampaikan Pemkab Toraja Utara telah menurunkan tim dari BPBD dan Dinas Sosial.

“Pemkab Toraja Utara melalui Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan losgistik kepada warga Palopo yang terisolir akibat longsor, dan kami terus koordinasi dengan Pemprov SulSel dan Pemkot Palopo soal longsor di poros jalan nasional ini,” ucap Yosia Rinto Kadang.

Diketahui, longsor yang tepat berada di kilometer 24 Jalan Trans Sulawesi poros Palopo – Tana Toraja, Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, terjadi pada Jum’at sore, 26 Juni 2020 kemarin. Akibatnya, sembilan rumah warga setempat amblas terbawa longsoran masuk jurang.

Berdasarkan data yang diterima dari Pemkot Palopo, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun, 10 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 60 warga harus mengungsi. Tujuh rumah hancur, dan lima diantaranya hanyut terbawa longsoran. Kerugian materi warga akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp 5 miliar.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here