Wabup Rinto Dan Anggota DPR RI Ziarah Ke Makam Saat 100 Hari Meninggalnya Fred Batong (Ketua PMTI)

2193
0
Wabup Toraja Utara Yosia Rinto Kadang (kiri) bersama Anggota DPR RI Eva Stevany Rataba (kanan) saat berziara ke makam Fred Batong, Minggu (12/7/2020).

Updatekareba.Com, Toraja – Seorang tokoh nasional dan putra terbaik asal Toraja, Sulawesi Selatan, Frederik Batong meninggal dunia karena sakit pada usia 62 tahun. Mantan anggota MPR itu mengembuskan napas terakhir di RS Mitra Kelapa Gading, Jakarta, Senin (30/3/2020).

Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang, dan Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Eva Stevany Rataba, lakukan ziarah saat 100 hari meninggalnya Frederik Batong, du San Diego Hills Memorial Park and Funeral Homes adalah sebuah pemakaman milik swasta di Karawang, Jawa Barat.

“Saya dan istri (Ibu Eva) menyempatkan diri ziarah ke makam alm. Pak Fred, bertepatan 100 hari kepergian almarhum,” kata Yosia Rinto Kadang.

Semasa hidupnya, Frederik Batong pernah menjadi anggota MPR Utusan Daerah Sulawesi Selatan periode 1999-2004. Almarhum juga pernah menjadi Dirut Inkud menjelang Orde Baru tumbang dan setelah sebelumnya sukses memimpin dan mengantarkan Puskud Hasanuddin, Ujungpandang (kini Makassar) sebagai Puskud terbaik nasional pada 1990-an.

“Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi warga Toraja yang tersebar di penjuru Nusantara, bahkan dunia,” ujar Wabup Rinto. Hingga akhir hidupnya, almarhum masih menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), sebuah organisasi sosial bagi masyarakat Toraja perantauan di seluruh Indonesia.

Almarhum Frederik Batong kelahiran 12 februari 1958 itu juga pernah menjadi Ketua Ikatan Keluarga Toraja (Ikat) se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), yang menghimpun masyarakat Toraja di wilayah tersebut. Dia merangkul semua warga Toraja dari semua unsur, Kristen dan Katolik maupun Islam, dalam organisasi Ikat hingga PMTI, yang sebelumnya dipimpin Rektor Universitas Pelita Harapan, Prof Ir Jonathan L Para’pak.

Alumnus SMA Negeri 1 Rantepao, Toraja Utara, dan IPB Bogor ini mempunyai jiwa usaha dan bisnis yang luar biasa. Semua yang diraihnya dimulai Frederik Batong dengan semangat yang kuat, yakni pernah menjadi penjual rokok keliling di pasar saat kecil hingga mendirikan koperasi dan memiliki perusahaan taksi.

Selain menjadi anggota MPR, Frederik Batong juga pernah menjabat sebagai Ketua Kopartemen Pertanian Kamar Dagang Indonesia (Kadin) pada 1988-1993 dan Ketua bidang Mutu dan Produksi Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) pada 1997-2001. Dia juga pernah menjabat sebagai wakil ketua umum Pemuda Pancasila.

“Sukses dalam karier dan bisnis tak membuatnya Frederik Batong tinggi hati atau bersikap individualistis. Dia adalah salah seorang tokoh Toraja yang dikenal luas sangat sosial, murah hati, dan kepeduliannya sangat tinggi bagi sesama,” ungkap Wabup Rinto, yang dikenal sangat dekat sosok Almarhum.

Wabup Rinto itu mengatakan, sosok almarhum Fred Batong juga dikenal sebagai pribadi yang ringan tangan dan sering membantu banyak orang yang tertimpa bencana atau masalah, seperti di Papua, Kalimantan, dan gempa di Palu, bahkan bencana tsunami di Aceh. Tidak hanya merogoh koceknya dan mengajak yang lain membantu, Frederik Batong sering turun langsung ke lapangan mempimpin langsung pengiriman bala bantuan.

“Untuk urusan membangun Toraja, Fred Batong adalah sosok yang sangat peduli dan memberikan kontribusi,” ujar Rinto

Kini, warga Toraja benar-benar kehilangan seorang tokoh nasional, sosok yang peduli dan dermawan. Almarhum lebih sering disapa Kak Fred atau Kak Pedi.

“Itulah yang saya kenal dari sosok putra terbaik asal Toraja ini. Selamat jalan Kak Frederik Batong, Kak Fred, atau Kak Pedi. Pergilah dalam damai ke surga bersama Sang Khalik,” ungkap Rinto didampingi istrinya Eva Stevany Rataba.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here