Wabup Toraja Utara ajak masyarakat untuk kembali ke alam selama pandemi Covid-19

309
0
Wabup Toraja Utara Yosia Rinto Kadang, saat meninjau kebun masyarakat di Ba'lele, Kecamatan Rantepao, Rabu (20/5/2020).

Updatekareba.Com, Toraja – Menghadapi pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas pangan di Toraja Utara.

Kali ini dengan menjaga ketahanan pangan lokal guna menjaga persediaan logistik pangan masyarakat melalui penanaman pangan lokal seperti sayur mayur dan pangan lokal lainnya.

Hal ini nampak saat Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang, meninjau salah satu lokasi perkebunan milik masyarakat di Ba’lele, Kelurahan Mentirotiku, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (20/5/2020).

Wabup Rinto mengatakan, penanaman pangan lokal itu untuk mengantisipasi kelangkaan mengingat sampai saat ini Toraja Utara masih bergantung dengan daerah lain.

Menurut Rinto, memperhatikan situasi dampak pandemi Covid-19 saat ini perlu ada langkah-langkah upaya penanganan, seperti percepatan penyaluran dana desa dan Pelaksanaan Padat Karya Tunai (PDKT) melalui kegiatan peningkatan produksi bahan pangan yang ditujukan ke kabupaten, Kecamatan, Lembang dan Kelurahan.

Untuk itu, Rinto mengajak, seluruh masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun untuk bercocok tanam. Selain dapat menikmati hasilnya juga dapat di jual ke orang lain untuk menambah pendapatan keluarga.

Wabup juga mengingatkan, agar warganya tidak menjual tanah sembarangan, tetapi harus dimanfaatkan dengan memberdayakan masyarakat dan pemuda di kampung.

“Selama pandemi corona jenis baru itu, masyarakat diminta untuk kembali ke alam untuk mengelola semua potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki di masing-masing kampung,” kata Rinto.

Dia mengatakan, disela-sela kunjungan itu pihaknya mengajak dan mengimbau kepada masyarakat di daerah tersebut untuk kembali ke alam guna mengelola potensi SDA yang dimiliki.

Menurutnya, virus corona telah banyak mengubah semua situasi dan aktivitas sosial masyarakat secara global tetapi juga secara kusus di daerah ini.

Masyarakat diminta untuk tetap tinggal dirumah, berdoa, bekerja, dan olahragapun di rumah masing-masing, hal ini adalah bagian dari upaya memutus penyebaran virus mematikan tersebut.

“Lebih baik kita kembali ke kebun, guna mengelola apa yang sudah Tuhan berikan. Yang punya pekarangan luas dapat dimanfaatkan sebagai kebun,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Wabup Rinto juga menyumbangkan bibit holtikultura kepada masyarakat setempat, serta melakukan panen sayur kangkung yang tidak menggunakan pupuk kimia.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here