Wabup Toraja Utara Harap Masyarakat Internalisasikan Nilai-nilai Pancasila

223
0
Wabup Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang.

Updatekareba.Com, Toraja – Kini setiap 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Di bulan Juni juga, tepatnya 6 Juni 1901 diperingati sebagai hari lahirnya sang proklamator yang juga Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.

Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang mengajak seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan dan menginternalisasikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya mengajak seluruh elemen bangsa ini untuk bersatu padu dan bergotong royong mewujudkan cita-cita yang terkandung dalam Pancasila,” kata Yosia Rinto Kadang, Senin (1/6/2020).

Menurutnya, Pancasila adalah sebuah konsepsi dan cita-cita yang harus diwujudkan. Melalui Pancasila, bangsa Indonesia mempunyai pedoman serta arah dan tujuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menjelaskan, Pancasila adalah falsafah dan ideologi negara. Di dalamnya ada nilai-nilai luhur bangsa yang semuanya harus mengejawantah dalam diri anak bangsa.

Ia mengimbau, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus diperjuangkan bersama oleh seluruh elemen bangsa hingga mampu terealisasi dengan baik ditengah-tengah masyarakat.

“Presiden Soekarno telah membuat dasar bernegara kita yang terangkum dalam lima sila Pancasila,” ucapnya.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang digagas oleh Presiden Soekarno tersebut, lanjut dia, harus diperjuangkan secara bersama. Tanpa perjuangan, pesan-pesan tersebut tidak akan terealisasi.

Di tengah tantangan Indonesia saat ini yang semakin komplek, Ia menyebut Pancasila dapat menjadi pemersatu sekaligus menjadi solusi atas berbagai persoalan bangsa. Karena itu, generasi saat ini bertugas menjadikan Pancasila tetap relevan dengan konteks kekinian.

“Generasi kita saat ini dan yang akan datang, bertugas untuk menjadikan Pancasila tetap relevan dengan konteks kekinian dan mampu menjawab tantangan zaman,” pungkas Wabup Rinto.

Dalam Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Nomor 04 Tahun 2020 tentang Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2020.

Disampaikan pula bahwa Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni Tahun 2020 di tengah masa pandemi Covid-19 maka dilaksanakan melalui media elektronik, video conference atau dalam jaringan (on-line) dan siaran TVRI pada, Hari Senin, 1 Juni 2020 pukul 07.00 sampai selesai.

Adapun Tema Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2020 “Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju”.

Berikut Sejarah Hari Lahir Pancasila

1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila. Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945. Bagaimana sejarahnya?

Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mengadakan sidangnya yang pertama dari 29 Mei dan selesai tanggal 1 Juni 1945. Rapat dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema dasar negara.

Rapat pertama diadakan di gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada zaman Belanda, gedung tersebut merupakan gedung Volksraad atau Perwakilan Rakyat.

Setelah beberapa hari tidak mendapat titik terang, pada 1 Juni 1945, Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamakan Pancasila. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota BPUPKI.

Selanjutnya BPUPKI membentuk panitia kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut. Lalu dibentuklah Panitia Sembilan terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mohammad Yamin yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Soekarno pada 1 Juni 1945 dan menjadikan dokumen tersebut sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Setelah melalui proses persidangan dan lobi-lobi akhirnya rumusan Pancasila hasil penggalian Soekarno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945. Kemudian disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945 oleh BPUPKI.

Dalam kata pengantar atas dibukukannya pidato tersebut, yang untuk pertama kali terbit pada tahun 1947, mantan Ketua BPUPKI Dr Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato Soekarno itu berisi Lahirnya Pancasila.

Kini, tanggal 1 Juni resmi ditetapkan jadi Hari Lahir Pancasila lewat Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi menyampaikan keputusan ini melalui pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung pada 1 Juni 2016. Tanggal 1 Juni juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Nah, jangan keliru antara Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila. Hari Kesaktian Pancasila diperingati 1 Oktober. Hari Kesaktian Pancasila lebih berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI yang terjadi 30 September 1965. Sedangkan Hari Lahir Pancasila diperingati 1 Juni. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here