Wabup Toraja Utara kunjungi pengungsi kerusuhan Wamena di Posko Makassar

288
0
Wabup Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, saat mengunjungi posko pengunsian Wamene di Makassar.

Updatekareba.Com, Makassar – Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, mengunjungi para pengungsi korban kerusuhan Wamena, di Posko Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/10/2019).

Wabup Rinto didampingi Kepala Dinas Sosial Toraja Utara, dr. Henny Sarung Allo, mengunjungi para pengungsi yang ditampung di Posko Maakassar. Disini, Ketua Karang Taruna Toraja Utara itu terlihat menyapa para pengungsi dan mendengarkan cerita mereka.

Salah satu pengunsi dari Wamena yang berasa dari Toraja mengaku terpaksa mengungsi karena peristiwa pekan lalu, karena situasi di Wamena tidak nyaman dan aman bagi mereka.

Pada Senin pekan lalu, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya terjadi kerusuhan yang diduga dipicu oleh informasi hoaks sehingga menyebabkan puluhan warga meninggal dunia dan luka-luka, serta terjadi pengungsian besar-besaran.

Sementara Sebanyak 11.646 orang meninggalkan Wamena Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua setelah peristiwa kerusuhan yang terjadi di daerah itu.

“Sebanyak 11.646 orang terdata eksodus sejak 23 September hingga 2 Oktober 2019,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat yang dihubungi dari Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, sebanyak 7.467 orang meninggalkan Wamena dengan penerbangan Hercules TNI AU dan 4.179 orang menggunakan penerbangan komersil.

Pengungsi di Wamena saat ini sebanyak 4.844 orang, dengan rincian 2.102 orang di Kodim 1702/Jayawijaya, 726 orang di Polres Jayawijaya, 216 orang di Koramil 1702-03/Wamena.

Serta sebanyak 118 orang di Sub Den Pom, 180 orang di Gereja Betlehem, 35 orang di Kantor DPRD, 96 orang di Yonif 756/WMS, 112 orang di Gereja Efata, 20 orang di Gedung Cipta Jaya, 63 orang di Masjid LDII.

Terdata juga sebanyak 125 orang mengungsi ke Gereja Advent, 60 orang di Gereja El-Shadday, 61 orang di Masjid Pasar baru, 42 orang di Kalan TNI AU Wamena dan 426 orang tersebar di beberapa titik di Wamena.

Sementara itu jajaran Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Silas Papare menyatakan jumlah pengungsi yang dievakuasi menggunakan pesawat Hercules dari Wamena ke Jayapura mencapai 6.520 orang per 1 Oktober 2019 setelah rusuh di wilayah tersebut belum lama ini.

Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso mengatakan pihaknya menggunakan empat pesawat Hercules mengangkut pengungsi dengan total 10 sorti, di mana delapan sorti kembali ke Silas Papare dan dua sorti ke Merauke dan Timika.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here