Warga : “Bawaslu Tak Berbuat Apa-apa Di Toraja”

971
0
Kantor Bawaslu Toraja Utara.

Updatekareba.Com, Toraja – Sejumlah warga mengungkapkan kekesalan atas sejumlah peristiwa di masa kampanye hingga masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, hingga pemungutan suara ulang (PSU).

Di masa kampanye, menurut mereka terjadi seminggu sebelum pemilihan caleg sibuk mengumpulkan data nomor KTP Pemilih untuk money politik alias bantuan langsung tunai (BLT).

“Begitu massifnya uang beredar di Toraja Utara dalam Pilcaleg, tapi ko tidak satupun yang ditangkap ?, ada yang ditangkap tapi bukan oleh petugas panwas, dilaporkan sama masyarakat,” ujar Aktivis Pemuda Toraja Yulius Dakka, Jumat (26/4/2019).

Dari data redaksi Updatekareba.Com, Bawaslu Toraja Utara memproses kasus dugaan money politik di Kecamatan Tikala, Tallunglipu, Nanggala, dan Rantebua.

Barang bukti dugaan money politik di Kecamatan Rantebua, Toraja Utara, Senin (22/4/2019)

“Ada informasi yang beredar bahwa sudah main karantina para caleg yag berkepentingan di PSU di TPS 5 Lembang Pitung Penanian Kecamatan Rantebua, diperkirakan sudah ada 90 orang yang akan memilih di TPD tersebut sudah tidakk dilokasi, besok pagi baru diantar ke TPS, dan diperkirakan harga satu suara sebesar Rp. 5 juta per pemilih,” ungkap Yulius Dakka.

Yulius Dakka pun menyoroti kinerja dari Bawaslu Toraja Utara dan para Panwas Kecamatan hingga TPS.

“Panwas sebenarnya pengawas pemilu apa pengawas BLT ???”, tambah Yulius Dakka.

Sementara Pengacara muda Toraja, Hasruddin Pagajang, meminta agar pihak Bawaslu jangan berdiam diri melihat masifnya politik uang.

“Saya katakan kemarin waktu rekapitulasi tingkat kecamatan di Rantebua, bahwa Panwascam dan Bawaslu adalah Pengecut,” kata Hasruddin Pagajang.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here