Waspadai Kenaikan Kasus Pandemi Covid-19 Global

134
0
Menlu RI Retno

Updatekareba.Com, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya kenaikan kasus Covid-19 secara global dalam kurun waktu satu minggu sejak 25 April hingga 2 Mei 2021 jika dibandingkan dengan jumlah kasus pada enam bulan pertama pandemi. Kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia di dalamnya, mengalami lonjakan kasus baru tertinggi hingga 19 persen.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam keterangan pers kedatangan vaksin tahap 12, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (08/05/2021).

“Dari laporan mingguan WHO minggu lalu sampai 2 Mei disebutkan bahwa jumlah kasus global dalam dua minggu melebihi kasus selama enam bulan pertama pandemi. Jumlah yang sangat tinggi, dengan lebih dari 5,7 juta kasus per minggu,” ujar Menteri Luar Negeri.

Kenaikan kasus baru di kawasan Asia Tenggara mencapai 47 persen dari kasus baru dunia. Berkaitan dengan hal ini, Retno mengingatkan bahwa penyebaran virus korona masih terjadi dan masyarakat perlu mewaspadai hal tersebut.

“Kenaikan kasus baru Asia Tenggara mencapai 47 persen dari kasus baru dunia selama kurun waktu tersebut. Kenaikan cukup tinggi terutama terjadi di India. Kondisi ini penting jadi pengingat kita semua bahwa penyebaran virus masih terjadi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Retno Marsudi menyampaikan bahwa dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19. Dukungan masyarakat dapat dilakukan dengan menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Setiap dari kita dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencegah peningkatan penyebaran pandemi Covid-19. Caranya kita sukseskan ikhtiar vaksinasi yang dilakukan pemerintah dan tidak kalah pentingnya yaitu mematuhi protokol kesehatan,” tambahnya.

Sebelum menutup keterangan persnya, Menteri Luar Negeri mengucapkan selamat hari raya Idulfitri bagi yang merayakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan selamat melanjutkan ibadah puasa Ramadan yang tinggal beberapa hari ini. Marilah kita sambut hari kemenangan dengan terus menaati protokol kesehatan,” jelasnya.

1.389 Dosis Vaksin Datang

Sebanyak 1.389 juta dosis vaksin siap pakai AstraZeneca dari Covax Facility tiba di Indonesia. Secara keseluruhan, kedatangan vaksin ini merupakan kedatangan tahap ke-12 sejak 6 Desember 2020. Vaksin AstraZeneca ini kembali tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sekira pukul 7.57 WIB, menggunakan pesawat Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR-0956.

“Pada hari ini kita patut bersyukur bahwa Indonesia dapat kembali menerima batch ketiga vaksin dari jalur multilateral yaitu dari Covax Facility. Jumlah vaksin AstraZeneca dalam bentuk vaksin jadi yang tiba pada pagi ini adalah sebesar 1,389 juta dosis,” ujar Menlu.

Kedatangan batch ketiga melalui skema multilateral ini diawali dengan kedatangan 55.300 dosis vaksin AstraZeneca pada tanggal 6 Mei 2021 lalu yang kemudian disertai dengan kedatangan pada hari ini sehingga jumlah vaksin yang diterima pada batch ini dari Covax Facility adalah sebesar 1,444 juta dosis vaksin siap pakai AstraZeneca.

Secara keseluruhan, total vaksin AstraZeneca dari jalur Covax atau jalur multilateral yang telah sampai dan tiba di Indonesia adalah sejumlah 6,41 juta dosis vaksin jadi.

“Jika kita hitung secara keseluruhan dengan ketibaan vaksin pada pagi hari ini, Indonesia telah mengamankan 75,91 juta dosis vaksin, dengan rincian Sinovac 68,5 juta dosis, AstraZeneca 6,4 juta dosis, dan Sinopharm 1 juta dosis,” jelas Retno.

Retno juga mengapresiasi usaha keras yang terus dilakukan oleh Covax Facility yang didukung oleh GAVI, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), CEPI, dan bermitra dengan Unicef bagi pemenuhan kebutuhan vaksin setara bagi semua negara.

“Kita harus terus waspada, setiap dari kita dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencegah peningkatan penyebaran virus Covid-19,” tuturnya.

Menteri Luar Negeri juga mengimbau masyarakat untuk turut mendukung program vaksinasi yang sedang gencar dijalankan pemerintah dengan selalu waspada dan mematuhi protokol kesehatan.

“Jangan pernah kendur mematuhi protokol kesehatan, bukan saja melindungi diri kita sendiri namun juga melindungi orang-orang sekitar kita yang kita cintai,” tandasnya.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here