WEBINAR COVID-19 OLEH ALUMNI SMP NEGERI 1 RANTEPAO DAN PDkT TORAJA UTARA

407
0

Updatekareba.Com, Toraja – Sudah setahun bencana pandemi Covid-19 melanda dunia dan tentunya Indonesia dan Tondokta: Tana Toraja dan Toraja Utara ikut kena imbasnya, bahkan ada beberapa korban jiwa. Sehubungan dengan itu maka perlu upaya pemahaman bersama bagaimana seharusnya kita menyikapi Covid-19 ini, maka Alumni SMPN 1 Rantepao bersama PDkT Toraja Utara mengadakan Webinar sekaligus temu kangen melalui daring (12/02/2021).

Hendrik Sulo menyampaikan tentang Vaksinasi Covid-19 yang sekarang telah dilakukan Pemerintah di mana telah didahului vaksinasi pertama terhadap Presiden Joko Widodo dan pejabat lainnya ternyata semua aman saja.

Menurut Alumni tahun 1989 ini, yang berprofesi sebagai dokter spesialis dan sekarang adalah direktur salah satu RS di Tangerang, bahwa vaksinasi Covid-19 ini dapat menekan penyebaran virus, sehingga jumlah yang tertular akan menurun dan tentunya kesakitan bahkan kematian akibat Covid-19 menurun karena kekebalan akan melindungi kesehatan masyarakat dan tentunya dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkannya semakin minimal.

Berdasar pengalamannya, dr. Hendrik Sulo tidak ada dampak negatif yang dirasakannya setelah divaksin, oleh karena itu diharapkan masyarakat Toraja jangan takut untuk divaksin.

Sebelumnya Siswanto Pabidang yang merupakan Alumni 1980, membawakan materi dengan judul Pola Hidup di Masa Pandemi Covid-19, mengatakan bahwa peran masyarakat dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan sangat penting untuk perlindungan kesehatan individu dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Menurut dokter, praktisi kesehatan dan Founder PDkT (Pojok Diskusi Tondokta) Toraja Utara ini yang juga sebagai Dosen di salah satu STIKES di Jogyakarta, mengajak agar kita sebagai individu dan masyarakat melaksanakan himbauan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah. Selain itu kegiatan Rambu Solo’ dan Rambu Tuka’ yang menyedot massa untuk diatur pelaksanaannya.

Dalam acara ini hadir pula Sekretaris Daerah Toraja Utara, Rede Roni Bare, memaparkan Penanganan Pandemi Covid-19 di Toraja Utara. Beliau membagi dua periode, dimana periode pertama, Maret 2020 sampai akhir November 2020, bahwa sudah melakukan upaya pencegahan seperti adanya Satgas Covid-19, membatasi aktivitas di tempat pelayanan umum, melakukan sosialisasi edukasi, dan Toraja Utara berada pada zona hijau di Sulawesi Selatan. Selain itu adanya penanganan dampak pandemi Covid-19 seperti pembagian bibit hortikultura, bibit ikan, dll. Agar adanya kepatuhan maka dilakukan juga pemantauan dan pengawasan oleh Pemerintah dan Petugas Puskesmas yang berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, Lembang/Kelurahan sampai tingkat dusun.

Pada periode kedua, Desember 2020 sampai awal Pebruari 2021, di mana Toraja Utara berubah zonanya menjadi kuning/oranye pada akhir Nopember 2020. Diakui pula bahwa tentunya ada keterbatasan dalam pelaksanaan ini antara lain Toraja Utara belum mempunyai alat PCR, tidak adanya ruang isolasi yang memadai di RS Pongtiku, dan keterbatasan tenaga kesehatan yang melayani pasien Covid-19. Namun demikian kerjasama dan dukungan Forkopimda, semua stakeholder patut dibanggakan.

Dalam acara ini Jurubicara Satgas Covid-19, Yaya Rundupadang, juga menyaksikan pemaparan dan penjelasan Sekda Toraja Utara. Dan tentunya Vaksinasi Covid-19 juga sedang dilakukan di Toraja Utara.

Kehadiran Dr. Sumule Tumbo, yang merupakan Alumni 1984, dan sekarang menjabat sebagai Kepala Pusat Litbang Pembangunan dan Keuangan Daerah Kemendagri, menyampaikan beberapa hal antara lain Pemerintah berkomitmen untuk melindungi rakyatnya dari kondisi apapun termasuk bencana non alam ini virus Corona, sinergitas dan koordinasi tetap dijalin, dan pendanaan yang ada baik dari APBN dan APBD harus fokus diarahkan pada penanganan Virus Corona.

Webinar ini dimoderatori oleh dr. Yulianitha Rapa, Alumni 1984 yang bertugas di Dinkes Kota Cimahi, berjalan lancar dan tertib.

Antusias dari para Alumni yang hadir patut diapresiasi dalam memandang penyelesaian pandemi Covid-19 di Negara kita khususnya di Tondokta Toraya.

Menurut Siswanto Pabidang, webinar serupa akan terus dilaksanakan dengan topik yang menarik dan sebisa mungkin dapat melibatkan lebih banyak peserta yang tidak hanya terbatas pada para Alumni SMPN 1 Rantepao saja, juga para narasumber serta melibatkan para stakeholder di kedua Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.

Founder PDkT Toraja Utara, Siswanto Pabidang siap memfasilitasi diskusi via Zoom dengan komunitas apa saja dengan menyiapkan ruang Zoom gratis dengan peserta 300 orang. Sesuai namanya maka PDkT kepanjangan dari Pojok Diskusi Tondokta, hadir demi kebaikan Tondokta Tana Toraja dan Toraja Utara.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here