WEBINAR PDkT TORAJA GELIAT PARIWISATA TORAJA DI ERA PASCA COVID-19 (3/Terakhir)

87
0

UPDATEKAREBA.COM, TORAJA – Pada ulasan sebelumnya (1) telah disampaikan pemikiran dari Ir. Henry Arie Pongrekun yang membawakan judul Toraja Harus Memiliki Integrated Tourism Master Plan/ITMP (Blue Print) Untuk Mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Toraja Yang Sustainable dan dari Richard Parantean SE, M.Si sebagai Founder Pasa’ Salasa dan Perpustakaan Online GET dengan judul Strategi Kabupaten Torama (nama kiasan) Menggenjot Pariwisata Pasca Covid-19.

Webinar ini mendapat antusias dari para peserta pemerhati pariwisata dan kemajuan tondokta Toraya yang telah dibahas dalam bagian kedua (2) berupa Pendapat Para Pemerhati Pariwisata Toraja. Pendapat tersebut dapat menjadi bahan masukan Stakeholder Pariwisata khususnya Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara dan Mamasa (28/7/2022)

Pada bagian ketiga ini atau terakhir tentang Close Statement Narasumber dan secara khusus Founder PDkT Toraja, Dr. dr. Siswanto Pabidang, SH, MM memberi pandangan singkat tentang Pariwisata Toraja menjadi Titik Ungkit Pembangunan Toraja.

 

Close Statement

Konsep ITMP/Blue Print yang digagas Arie telah disampaikan kepada pihak terkait seperti Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan PUPR dan disambut baik dengan salah satunya diadakan Webinar. Tindakan selanjutnya terus diupayakan agar konsep ini menjangkau perencanaan wilayah dan menjadi penghasil devisa. Sebagai Ketua Bidang Pariwisata PP PMTI (Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia) Arie yakin bahwa dukungan PMTI akan kemajuan Pariwisata Toraja (Tana Toraja, Toraja Utara, dan Mamasa).

Menurutnya yang paling cepat dilakukan adalah bagaimana ekonomi kreatif mau dikembangkan pada masyarakat. Penggalangan desa-desa untuk mempunyai 3-4 produk unggulan yang secara langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tersebut. Selain itu tidak menutup kemungkinan produk-produk tersebut diexpor ke luar negeri. Dengan adanya akses jalan di tiga kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, dan Mamasa akan menjadi kawasan yang paling kaya dan hebat, meningkatkan kunjungan wisnus (wisatawan nusantara), mempertahankan original bangunan Toraja, menyiapkan moda transportasi sesuai kebutuhan, menyediakan satu kamar sebagai homestay di rumah Toraja, jika ekonomi kreatif berjalan maka dipastikan kemiskinan akan hilang.

Richard tetap menekankan pada mindset untuk melakukan perubahan karena melihat perkembangan pariwisata selama ini cenderung stagnan.

Pariwisata Toraja Titik Ungkit Pembangunan Toraja

Judul tulisan atau materi di atas tidak atau belum disampaikan dalam Webinar lalu. Pokok pikiran tersebut merupakan pokok pikiran Siswanto Pabidang yang mengunggulkan Pariwisata Toraja sebagai titik pusat penyelesaian keterlambatan pembangunan segala bidang di Toraja oleh karena itu diistilahkan sebagai Titik Ungkit. Dalam tulisan ini diurai secara sempit saja, suatu waktu akan dipaparkan secara panjang lebar pada Webinar PDkT Toraja yang akan datang.

Menurut Siswanto Pabidang jika membaca dan mendalami panduan yang diterbitkan oleh Kemenparekraf/Baparekraf maka di situ sudah jelas membagi empat sub-bab potensi sektor pariwisata yaitu:
1). Potensi Pengembangan Destinasi Pariwisata, 2). Potensi Pembangunan Pemasaran Pariwisata, 3). Potensi Pembangunan Industri Pariwisata, dan 4). Potensi Pembangunan Kelembagaan Kepariwisataan.

Pertanyaannya adalah apakah sudah dipetakan keempatnya dan jika sudah kelemahan kita di mana? Jika sudah tahu kelemahannya apa tindak lanjut dan solusinya? Selama ini kita berputar-putar saja tanpa ada hasil yang bermakna, apalagi ketika pandemi Covid-19 melanda dunia maka segalanya menjadi tidak menentu termasuk dunia pariwisata. Dan sekarang boleh dikata pasca Covid-19 masihkah pariwisata Toraja tidak mampu bangkit? Memang sudah ada pergerakan tetapi masih sebatas event-event pariwisata di Toraja, tetapi belum berkesinambungan dan belum mampu menjadi pusat atau daya ungkit seperti dimaksud di atas.

Diawali berpikir kecil untuk melangkah besar. Mulai berpikir tuntas sebelum menuntaskan yang lebih besar. Ambil contoh kecil. Dalam pandangan Siswanto Pabidang penentuan satu titik destinasi harus melalui kebijakan Pemerintah Daerah artinya Pemerintah Daerah menerbitkan selembar surat keputusan bahwa titik destinasi X misalnya telah ditetapkan jadi tujuan wisata. Setelah itu maka sarana prasarana sebagai lokasi tujuan wisata dibenahi mulai dari infrastruktur jalan atau jembatan, rambu-rambunya, tersedianya moda transportasi, adanya penerangan siang dan malam hari, keamanannya dan kenyamanannya terjaga, konektivitas jaringan antar wilayah, komunikasi internet, keterlibatan masyarakat sekitar, masyarakat adat, persiapan skill melalui pelatihan sesuai kebutuhan, merubah mindset, penyiapan dana stimulan, ada lembaga pendanaan atau sponsor, media promosi, membangun citra positif, produk unggulan daerah, menguatkan lembaga pariwisata, semua jaringan kepariwisataan saling terkait dan dukung ke arah kemajuan bersama. Intinya adalah tersedianya fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, dan sebagainya. Tugas Pemerintah Daerahlah yang mengaturnya. Jika di satu lokasi tujuan wisata seperti di atas dapat diselesaikan maka di lokasi lain juga dibuat sama dan pada akhirnya menjadi satu kawasan strategis pariwisata. Bahwa dengan satu lokasi tujuan wisata dibenahi maka semua aspek atau bidang pembangunan ikut terbenahi. Itulah yang dimaksud oleh Siswanto Pabidang, Pariwisata Toraja sebagai Titik Ungkit Pembangunan Toraja.

Akhirnya, mari camkan apa yang ditulis oleh Mark Twain: Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”–Mark Twain. Bila diterjemahkan bebas (“Dua puluh tahun dari sekarang Anda akan lebih kecewa dengan hal-hal yang tidak Anda lakukan daripada yang Anda lakukan. Jadi buang bowlingnya. Berlayar jauh dari pelabuhan yang aman. Tangkap angin perdagangan di layar Anda. Mengeksplorasi. Mimpi. Menemukan.” – Mark Twain).

Demikianlah secara bersambung (1, 2, dan 3) ulasan hasil Webinar PDkT Toraja dengan judul Geliat Pariwisata Toraja di Era Pasca Covid-19. Menurut Siswanto Pabidang acara Webinar dengan judul atau tema lainnya oleh PDkT Toraja akan dilaksanakan secara berkesinambung.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here